Langsung ke konten utama

Artikel

Kerja Bakti di Sekolahku

Karakter adalah ciri khas atau kebiasaan yang menunjukan perilaku seseorang. Karakter merupakan kualitas moral dan mental seseorang yang pembentukannya dipengaruhi oleh faktor bawaan (keturunan) dan lingkungan (sosialisasi atau pendidikan).
Prof.Suyanto, PhD mengemukakan karakter adalah cara berpikir dan berperilaku yang menjadi ciri khas tiap individu untuk hidup dan bekerjasama. Dari definisi di atas telah jelas bahwa penekanan karakter itu adalah ‘cara berpikir dan berperilaku’.
Menurut Burhanuddin dan Sumiati (2007:115) pendidikan karakter diartikan sebagai upaya terencana untuk membantu orang  memahami, peduli, dan bertindak atas nilai-nilai etika/moral. Pendidikan karakter mengajarkan kebiasaan berpikir dan berbuat yang membantu orang hidup dan bekerja bersama-sama sebagai keluarga, teman, tetangga, masyarakat, dan bangsa
Dari berbagai kasus yang terjadi saat ini, persoalan utamanya adalah lunturnya nilai-nilai moral sehingga berdampak terbentuknya karakter negatif. Potensi karakter yang baik sebenarnya telah dimiliki manusia sebelum dilahirkan tetapi potensi tersebut harus terus dibina melalui sosialisasi dan pendidikan. Karena pendidikan merupakan salah satu wadah dalam menunjang pembentukan karakter tiap individu.Tentunya tidak lepas dari dukungan orang tua siswa dan pihak berkompeten dalam dunia pendidikan.
Desa Tegalkunir Lor adalah sebuah desa yang berada di pesisir pantai dan jauh dari kota. Sebuah desa yang berada di daerah kecamatan Mauk kabupaten Tangerang. Desa yang terletak di sebuah permukiman penduduk yang sangat padat dan sesak. Bangunan rumah berpetak-petak berbentuk kapling dengan halaman rumah yang sempit  membuat desa itu terlihat sumpek dan kumuh tak sedap di pandang. Banyaknya sampah yang berserakan akan kita temui di sepanjang jalan kampung. Bau tak sedap pun akan tercium dari got-got saluran air yang menggenang tak mengalir. Tak ada pohon-pohon hijau tumbuh di sepanjang pinggir jalan menuju perkampung, semakin membuat desa itu terlihat gersang. Apalagi memang letaknya yang berada di pesisir pantai dengan cuaca yang panas. Tak ada rindangnya pohon hijau dan besar yang tumbuh  membuat udara di desa itu tak segar dan
 Desa Tegalkunir Lor , sebuah desa yang sungguh memprihatinkan. Dengan tingkat sosial pendidikan yang rendah membuat mereka kurang mengerti tentang pentingnya hidup bersih dan sehat. Bahkan buang sampah di mana saja pun sudah jadi budaya. Mereka tak malu jika buang sampah sembarangan. Kali irigasi untuk mengairi sawah pun penuh dengan timbunan sampah dan kotoran. Kurangnya kesadaran masyarakat tentang pentingnya hidup sehat dan bersih juga terlihat dari kebiasaan mereka buang air besar di mana saja. Di kali atau pun di sawah. Hal itu dikarenakan masih banyak warga yang belum memiliki sanitasi sendiri.
Di depan halaman desa yang luas dan bagus kini telah tersedia taman bacaan masyarakat pemberian mahasiswa yang KKN di desa  itu. Taman bacaan itu didirikan dengan tujuan untuk memfasilitasi minat baca warga desa Tegalkunir Lor. Karena selama ini minat baca warga memang sangat kurang sekali. Sehingga minimnya pengetahuan dan wawasan mereka. Perpustakaan itu ditata sedemikian rupa,  sehingga membuat orang yang datang berkunjung untuk membaca merasa nyaman. Dengan beralaskan karpet hijau yang dapat digunakan untuk duduk-duduk lesehan. Ada juga dua buah gajebo sebagai tempat duduk dan  terdapat dua kursi santai. Buku-buku berderet rapih di sebuah rak berbentuk lemari. Setiap sore hari taman bacaan masyarakat  itu selalu ramai dipenuhi oleh anak-anak yang akan membaca buku atau sekedar bermain bersama teman-temanya di sana. Tapi sayang taman Bacaan yang bagus itu  di sekelilingnya disuguhi dengan pemandangan berserakannya sampah. Hal itu tentu saja dapat merusak pemandangan.
Pendidikan karakter di sekolah kukenalkan kepada anak-anak dengan mengajak mereka untuk peduli lingkungan sekitar,yaitu dengan membersihkan sampah -sampah yang tertimbun di kali, tempat saluran air ke sawah . Pertama  kuajak,   mereka terlihat enggan karena jijik dan kotor. Setelah kuberi penjelasan bahwa kalau bukan kita,  dan tidak ada yang mau peduli dengan sampah-sampah itu,  lalu bagaimana suatu saat kalau terjadi banjir. Akhirnya mereka dengan semangat setuju juga.
Kebiasaan buruk masyarakat yang senang membuang sampah di kali, mengakibatkan banyaknya sampah tertimbun diujung saluran air (irigasi)  yang menimbulkan bau tak sedap di sekitar. Apalagi saluran itu tepat berada di depan sekolahanku. Jika musim kemarau dan kering, bau tak sedap dari kali akan sangat menyengat tercium sampai kelas.
Kini setiap hari Sabtu, aku mengajak anak-anak muridku untuk kerja bakti khususnya kelas 6  membersihkan sampah di kali bersama-sama. Semula kegiatan itu di laksanakan setiap hari Jum'at,  tapi karena hari Jum'at mereka memakai pakain muslim,  jadi diganti menjadi hari Sabtu. Mereka  diberikan tugas membuat dan membawa sebilah kayu atau bambu dengan memasangkan kaitan dari kawat atau paku besar diujungnya, untuk mengambil sampah di kali. 
Tantangan terberat adalah memberi contoh masyarakat sekitar agar jangan buang sampah sembarangan, menghargai hasil kerja orang lain dan belajar hidup bergotong royong demi keindahan lingkungannya. Dengan kegiatan ini aku berharap mereka dapat belajar hidup bersih dan lebih mencintai lingkungannya. Semoga. Karena keberhasilan pendidikan karakter tak lepas dari adanya dukungan kepala sekolah, semua guru, orang tua siswa dan pihak berkompeten dalam dunia pendidikan juga masyarakat. Tanpa dukungan serta peran serta pihak yang terkait ,usaha dan kerja keras yang kita lakukan tentu tidak akan sesuai dengan harapan. Walau pekerjaan itu tidak akan sia-sia,karena 

Komentar

Menulis itu Sesuatu

Perkembangbiakan tumbuhan

Perkembangbiakan Tumbuhan Secara Generatif Dialami oleh tumbuhan berbiji. Alat perkawinannya berupa bunga Dilakukan melalui proses penyerbukan dan pembuahan. Penyerbukan adalah peristiwa jatuhnya serbuk sari (jantan) ke kepala putik (betina) Pembuahan adalah pertistiwa bertemunya sel kelamin jantan dengan sel kelamin betina. Bagian-Bagian Bunga Tangkai bunga à  penhubung batang dengan bunga Dasar bunga à  ujung tangkai bunga yang membesar Kelopak bunga à  bagian dekat dasar bunga yang menyelimuti bunga saat bunga masih kuncup Mahkota bunga à  bagian paling indah dari bunga dengan bentuk dan warna yang berbeda untuk tiap jenis bunga Benang sari à  alat kelamin jantan yang terdiri dari tangkai sari dan serbuk sari. Putik à  alat kelamin betina yang terdiri dari kepala putik, tangkai putik, bakal buah, bakal biji (berisi lembaga dan sel telur) Biji à  merupakan calon tumbuhan baru Jenis-Jenis Penyerbukan Penyerbukan sendi...

Soal Latihan IPA Kelas 6 SD

Memuat...

Listrik dan Magnet

Muatan Listrik Kekuatan gaya listrik antara suatu benda dengan benda lain di sekitarnya tergantung pada besarmuatan listrik yang dikandungnya. Di alam, muatan listrik ditemukan dalam dua jenis. Benjamin Frangklin memberi nama muatan listrik positif dan muatan negatif pada kedua jenis muatan tersebut. Muatan sejenis saling tolak menolak sedangkan muatan berlawanan jenis saling tarik menarik.  Tanda "panah" menunjukan arah tarika atau tolakan yang dialami oleh masing-masing muatan Sesama muatan positif ( gambar atas) atau sesama muatan negatif (gambar bawah) akan saling tolak. Sedangkan muatan berlawanan jenis akan saling tarik (gambar tengah).